…I believe,

2 Mar

…aku percaya,
Mengurus rumah tangga adalah karir yang agung dan menantang,
Mengurus rumah tangga adalah seni yang membutuhkan banyak keahlian,
Mengurus rumah tangga membutuhkan usaha, kemampuan dan pemikiran terbaikku
Rumah mencerminkan jiwa sang ibu rumah tangga
Rumah selayaknya menjadi tempat kedamaian, sukacita dan kepuasan,
Tidak ada tugas yang terlalu hina yang berkaitan dengan kebersihan, keteraturan, kesehatan dan kesejahteran rumah tangga
Seorang ibu rumah tangga haruslah memegang teguh idealisme kasih, kesetiaan, melayani dan agama
Setiap rumah harus menjadi pengaruh yang baik bagi lingkungan tetangga, komunitas, dan negara.

(dipublikasikan oleh Betty Crocker, Divisi dari General Mills,Inc. saat Perang Dunia ke-2)

…dear S***e sayang,

29 Feb

Lagi ngubek-ngubek isi FB, dan nemu pernah nulis message ini untuk seorang adik terkasih.  *moga-mogadiabaca*  Saya bingung, kok saya pernah nulis sebagus ini ya *pamer aahh*

————————————————————————————————–

Dear S***e sayang,
Saya ngerti kamu sekarang sedang dalam kondisi yang galau. Saya nggak akan menghakimi kamu karena jatuh cinta dengan pria itu, beneran nih. Apapun status beliau, duda satu anak, beda agama, usia jauh lebih senior *gakmaubilanglebihtuasoalnya*

Satu yang pasti, kamu musti yakin dulu, apakah beliau bener pasangan sejatimu atau bukan. Caranya untuk meyakinkan bagaimana? ya memang susah-susah gampang sih.

Nih ya step-stepnya:

1. Sasaran hidup or visi pribadi
Kamu musti cari tau bener-bener sasaran hidupmu itu kmana.  Apa sih visi hidupmu.  Ingat bahwa Tuhan tidak pernah menciptakan manusia tanpa tujuan. Dan ‘tujuan’ or ‘sasaran’ itu harus lebih dalam daripada “hidup bahagia, muda kaya raya, tua foya-foya, mati masuk sorga”.  Bukan itu.  Tapi, seluruh hidupmu nantinya akan kamu dedikasikan ke bidang mana (politik, sosial, edukasi, bisnis, dll).

2. Pengujian
Nah, kalau kamu udah yakin dengan arah sasaranmu, ketika ada pria yang mendekatimu, kamu musti uji si pria itu.  Tanyakan pada beliau, kalau dia jadi ‘pemimpinmu’ or ‘imam’ di keluargamu, beliau akan bawa kamu dan keluargamu ke arah mana.  Kenapa?  karena pernikahan adalah ibarat sebuah bahtera, dimana suami adalah nahkodanya dan kamu juru navigator-nya.  Artinya apa?  Kalau dia belum tau mau bawa kamu ‘kemana’, nah, apakah kamu berani menyerahkan sisa hidupmu padanya?  Yang ideal, dia tau mau kemana arah keluarganya, dan kamu sebagai orang yang akan mempertahankan ‘jalur’ untuk menuju ke sana.  Jangan pernah mau menyerahkan hidup kita ke orang yang gak tau harus mimpin kita ke arah mana.  Maksudnya, mimpin dirinya sendiri untuk ke arah sasaran pribadinya aja nggak bisa, kok mau ngajak orang lain utk dipimpin gitu lho.

3. The One
Nah, menemukan ”the one” itu tidak mudah memang.  Definisi saya pribadi tentang “The One” tuh begini: beliau adalah sosok pribadi yang mampu membawa, memimpin dan mempertahankan kita untuk tetap ‘on the right track’ menuju sasaran hidup or visi kita.  Kenapa, karena kodrat kita adalah juru mudi dan pria adalah nahkoda.  Kalau memang jalan Tuhan menentukan si pria itu untuk membawa penumpang lain, ya pasti akan ada jalannya.  Dan kalau kita sebagai ‘navigator’ kan nggak bisa dong maksa mau ikut kapal or bahtera orang yang tujuannya beda dengan kita.  Ntar kita semua malah nyasar dan muter-muter doang, berantem ujung-ujungnya.

Kadang kita sering merasa nggak cocok sama sosok pribadi yang sebenernya “the one” utk kita karena mungkin beda tipe kepribadian, beda latar belakang keluarga, beda status sosial, atau sepertinya terlalu galak or malah terlalu menye-menye buat kita (secara kita berdua kan wanita gagah perkasa ya? haha).  Padahal mungkin Tuhan tau bahwa dia itulah sosok yang paling tepat untuk membuat kita tetap on the right track untuk mencapai sasaran kita.

Nah, coba kamu renungkan, apakah pria itu “The One” buat kamu.  Tolong kesampingkan semua perbedaan (agama, status, kepribadian, harta or kekayaan yang dimilikinya).  Minta Tuhan untuk memampukanmu menilai secara obyektif. Oke S***e sayang?

Keep contact ya, please do not hesitate to contact me at any convenient time.

cups,
yane

See?  Bagus kan? *kibasponi* Saya aja lupa bisa dapet wangsit darimana buat nulis yang kayak gitu.  hehe.
Eniwei, next week will be our 3rd wedding anniversary.  Dunno what to do nih, any idea?  Pengennya sih honeymoon, secara kami belum pernah honeymoon.  hehehe, norak ya? *adayangmaukasihvoucherhotelgak?* tapikuatirntaradiknyaKarishmanongolpula

ya udah ah, pulang dulu.

daaaagg,

-bu unggul-

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 86 other followers